1.13.2011

Suatu Pagi Menjelang Pemilu

Suatu Pagi Menjelang Pemilu
by Eko Wm Yudinovic on Wednesday, April 8, 2009 at 7:00am
ada yang mengetuk pintu, menjual bual. seperti hari sebelumnya, dengan singgasananya ia meminta paksa: belilah omong kosong ini. saat itu, dengan mata hati tertutup, dengan sumpah yang pengecut berduyun-duyun intimidasi kapitalis membayang lebuh lebam.

perkenalkan, saya datu negeri! ingatkan anak istrimu yang kurang gizi, dusunmu yang gulita bahkan temaram ketika tengah hari! saya memohon kepada kalian membeli ini agar dusunmu tidak hitam lagi, supaya anak istrimu bisa makan roti.

saya menontonnya berdiri di tengah kerumunan. bajunya adalah warna paling terang siang malam. ucapannya menekan, membuat kerumunan itu terpental mentalnya. jatuh. jatuh sedalam-dalamnya. dengan cemas yang beribu dan kepala yang tertunduk.

2009